Warta barito com. Palangka Raya — Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan saat menghadiri wisuda Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Tahun 2026, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dan dirangkaikan dengan peluncuran program Diploma I (D-1) Pertanian serta peletakan batu pertama pembangunan UMPR Hall.
Dalam sambutannya, Wagub memberikan apresiasi kepada 723 wisudawan dan wisudawati yang resmi dikukuhkan. Ia menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Persaingan di dunia kerja kini semakin ketat hingga skala global. Lulusan harus berani, adaptif, dan peka terhadap isu-isu global,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dinamika geopolitik dunia yang berdampak pada distribusi energi dan kenaikan harga bahan bakar sebagai tantangan nyata yang perlu dipahami generasi muda. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menjaga stabilitas daerah melalui pengawasan distribusi BBM, operasi pasar, serta penyaluran bantuan pangan.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Wagub mendorong lulusan UMPR agar mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam daerah secara optimal.
“Generasi muda jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalteng bersama UMPR meluncurkan program D-1 Pertanian yang berfokus pada agroforestri, teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pascapanen. Program ini mengedepankan 70 persen praktik lapangan dan 30 persen teori, sehingga mahasiswa diharapkan telah memiliki keterampilan sekaligus penghasilan sebelum lulus.
Tak hanya itu, kerja sama dengan Bank Kalteng juga dilakukan untuk menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus mahasiswa guna mendorong lahirnya wirausaha muda.
Sementara itu, Rektor UMPR, Muhamad Yusuf, menyampaikan bahwa kampusnya saat ini memiliki sekitar 11.600 mahasiswa aktif yang tersebar di 15 fakultas dan 42 program studi.
Pada tahun 2026, UMPR menargetkan 2.100 lulusan dari tiga gelombang wisuda. Selain itu, UMPR juga dipercaya oleh Pemprov Kalteng untuk membekali 2.000 lulusan SMA/SMK melalui program pendidikan satu tahun berbasis praktik di bidang pertanian.
“Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan daerah sekaligus meningkatkan kualitas SDM sektor pertanian,” jelasnya.
Ke depan, UMPR berencana membuka program studi baru di bidang pertambangan dan perkebunan guna mendukung optimalisasi potensi daerah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilakukan peletakan batu pertama pembangunan UMPR Hall berlantai empat dengan kapasitas hingga 7.000 orang, yang dirancang tanpa tiang penyangga di bagian tengah. Gedung ini diharapkan menjadi ikon baru Kota Palangka Raya.
Rektor menegaskan bahwa pembangunan gedung tersebut sepenuhnya didanai dari pengelolaan internal kampus dan kontribusi alumni.
Menariknya, prosesi wisuda kali ini digelar di ruang terbuka di bawah terik matahari. Menurut Rektor, hal itu memiliki makna filosofis untuk membentuk mental tangguh para lulusan agar siap menghadapi tantangan nyata di masyarakat.Red//kastumedi





