WARTA BARITO COM. BUNTOK – RSUD Jaraga Sasameh Buntok terus memperkuat mutu pelayanan kesehatan melalui proses akreditasi yang menitikberatkan pada keselamatan pasien serta pemenuhan standar pelayanan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.
Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Dr. Dadang Baskoro Nugroho, Sp.PD, mengatakan, akreditasi tidak semata-mata bertujuan meningkatkan kelas rumah sakit, tetapi lebih pada memastikan seluruh pelayanan diberikan sesuai standar dan kemampuan fasilitas yang tersedia.
“Kalau untuk akreditasi ini lebih fokus ke keselamatan pasien dengan mutu pelayanan, yaitu cara kita melayani sesuai standar Kementerian Kesehatan,” ujar Dadang.
Ia menjelaskan, RSUD Jaraga Sasameh Buntok merupakan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL). Pasien dapat dirujuk dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Namun, tidak seluruh kasus dapat ditangani di RSUD Jaraga Sasameh Buntok. Hal tersebut disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas, tenaga medis, serta kemampuan pelayanan berdasarkan tipe rumah sakit.
“Misalnya untuk kasus bedah tertentu yang membutuhkan dokter spesialis bedah ortopedi, biasanya harus dirujuk ke rumah sakit tipe B yang memiliki layanan tersebut,” jelasnya.
Menurut Dadang, meskipun nantinya RSUD Jaraga Sasameh Buntok memiliki layanan dokter spesialis tertentu, klaim pelayanan kepada BPJS tetap mengikuti tipe rumah sakit yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan, proses rujukan merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan pasien. Apabila kondisi pasien sudah berada di luar batas kemampuan pelayanan rumah sakit, maka pasien harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan lebih lengkap.
“Misalnya kasus ginekologi dengan kondisi tertentu yang sudah berada di luar batas kemampuan rumah sakit kita. Tidak boleh kita memaksakan diri untuk merawat di sini. Itu juga menjadi bagian dari ketentuan pelayanan dan dapat menjadi temuan BPJS,” katanya.
Dadang menambahkan, fokus utama akreditasi mencakup berbagai aspek pelayanan yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien, mulai dari pemberian obat, kelengkapan dokumen hingga pengelolaan rekam medis.
RSUD Jaraga Sasameh Buntok saat ini juga telah menerapkan rekam medis elektronik. Sistem tersebut memungkinkan informasi mengenai kondisi dan penyakit pasien terdokumentasi secara lebih lengkap sehingga dapat mendukung pelayanan serta pengambilan keputusan medis.
“Fokusnya untuk keselamatan pasien. Misalnya obat yang diberikan sudah sesuai standar dengan penyakitnya atau belum, kemudian dokumennya lengkap atau tidak. Rekam medis kita juga sudah menggunakan rekam medis elektronik dan informasi mengenai kondisi penyakit pasien harus lengkap,” pungkasnya.





