Warta barito Com. Bundar Rangkaian Ritual Adat Balai Gotong Royong ke-66 di Desa Bundar, Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan resmi ditutup pada Senin (29/6/2026).
Penutupan berlangsung dengan penuh khidmat sebagai akhir dari seluruh prosesi adat yang telah dilaksanakan sesuai dengan tradisi dan nilai-nilai budaya leluhur masyarakat Dayak.
Ketua Panitia Penyelenggara, Asaito, menyampaikan rasa syukur serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan ritual adat tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua elemen masyarakat.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Kepala Desa Bundar, Eduard, beserta jajaran Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Damang, Mantir Adat, para Belian, tokoh masyarakat, panitia penyelenggara, serta seluruh warga Desa Bundar dan masyarakat dari desa-desa sekitar yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil selama kegiatan berlangsung.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung pelaksanaan Ritual Adat Balai Gotong Royong ke-66. Berkat kebersamaan dan semangat gotong royong, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai dengan adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur,” ujar Asaito.
Dalam kesempatan tersebut, Asaito juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan, penyampaian tutur kata, maupun hal-hal lain yang kurang berkenan. Ia berharap tali silaturahmi dan persaudaraan tetap terjalin erat di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Bundar, Eduard, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap kegiatan adat dan budaya di Desa Bundar. Menurutnya, ritual adat merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan budaya yang sangat penting sehingga harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus.”Adat dan budaya adalah identitas masyarakat Dayak. Karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab kita bersama agar tetap hidup dan diwariskan kepada anak cucu di masa mendatang,” ungkap Eduard.
Tokoh masyarakat Desa Bundar, Doni, turut memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan ritual adat tahun ini. Ia menilai keberhasilan kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya semangat persatuan, kekompakan, dan gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dengan berakhirnya Ritual Adat Balai Gotong Royong ke-66, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, serta kecintaan terhadap adat dan budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga jati diri dan warisan leluhur bagi generasi yang akan datang.tutup.Red//yull.





