Cegah Dampak Kabut Asap, Puskesmas Kandui Bagikan Masker ke 13 Sekolah

BARITO UTARA WARTA BARITO COM.– Puskesmas Kandui, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, melaksanakan kegiatan pembagian masker kepada pelajar di 13 sekolah yang berada di wilayah kerjanya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi dan perlindungan kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap.

Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Agustus 2026, dengan sasaran utama para pelajar di sejumlah sekolah wilayah kerja Puskesmas Kandui.

Kepala Puskesmas Kandui, Frit Tarong, SKM., MM., melalui Friska Jayanti, A.Md.Kep., dari unsur Manajemen Mutu dan Pelayanan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.

Menurutnya, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan diri ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi udara yang kurang baik.

“Kegiatan pembagian masker ini kami laksanakan di 13 sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kandui. Kegiatan berlangsung dari tanggal 27 sampai 30 Agustus 2026. Sasaran utama kami adalah para pelajar,” ujar Friska.

Selain pembagian masker, petugas Puskesmas Kandui juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang kurang baik.

“Kami juga mengingatkan siswa agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang tidak baik. Kami mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk bersama-sama memperhatikan kesehatan anak-anak,” katanya.

Puskesmas Kandui berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta menggunakan masker secara tepat ketika berada dalam kondisi udara yang kurang baik.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pembagian masker, tetapi juga meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga kesehatan dan menggunakan masker dengan benar ketika kondisi udara tidak sehat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *