BARITO SELATAN, WARTA BARITO COM – Balai Adat Isa Tunun Ganap Langgar di Desa Tamparak, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, menjadi pusat rangkaian kegiatan adat dan budaya masyarakat Dayak Maanyan. Rangkaian kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Dusun Utara Hadrianus, DPL.Rad., SKM., melalui acara pemalasan dan ritual adat, Jumat (28/8/2026).
Balai adat tersebut belum diresmikan. Berdasarkan rencana panitia, peresmian Balai Adat Isa Tunun Ganap Langgar dijadwalkan pada 5 September 2026 dan direncanakan dilakukan oleh Wakil Bupati Barito Selatan. Waktu pelaksanaan peresmian tersebut kemungkinan dirangkaikan dengan acara penutupan seluruh rangkaian kegiatan adat.
Pembukaan rangkaian kegiatan dihadiri Pendamping Desa Dusun Utara Boy Anom, Kepala Desa Tamparak Repelita, BPD Tamparak, penghulu dan pemangku adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, masyarakat serta tamu undangan.
Camat Dusun Utara Hadrianus dalam kesempatan tersebut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan adat yang dilaksanakan masyarakat Desa Tamparak. Menurutnya, keberadaan Balai Adat Isa Tunun Ganap Langgar diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk melaksanakan kegiatan adat dan budaya sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda.
“Balai adat ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi rumah pelestarian adat dan budaya. Saya berharap dari Desa Tamparak lahir sanggar-sanggar baru yang mampu menjaga dan mengembangkan budaya Dayak Maanyan,” ujar Hadrianus.
Ia juga berharap keberadaan balai adat nantinya dapat dimanfaatkan dan dirawat secara bersama-sama. Tidak hanya untuk pelaksanaan ritual adat, tetapi juga berbagai kegiatan budaya, musyawarah dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tamparak Repelita menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam pembangunan Balai Adat Isa Tunun Ganap Langgar serta pelaksanaan rangkaian kegiatan adat.
Ia berharap balai adat tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan adat dan budaya serta menjadi ruang berkumpul dan bermusyawarah bagi masyarakat Desa Tamparak.
Penghulu Adat Desa Tamparak, Dele, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya rangkaian kegiatan adat tersebut. Ia berharap keberadaan balai adat dapat membantu masyarakat dalam menjaga serta melaksanakan tradisi adat yang diwariskan para leluhur.
Selain menjadi tempat pelaksanaan ritual adat, balai tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami nilai-nilai budaya Dayak Maanyan.
Setelah acara pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ritual adat Belian yang terdiri dari empat pelaksanaan. Pada malam harinya, kegiatan diteruskan dengan prosesi Nuku yang dijadwalkan berlangsung hingga 5 September 2026.
Ketua panitia, Rasunito, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD, lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh agama serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut.
Menurut rencana panitia, pada 5 September 2026 akan dilaksanakan peresmian Balai Adat Isa Tunun Ganap Langgar oleh Wakil Bupati Barito Selatan. Agenda tersebut juga kemungkinan dirangkaikan dengan penutupan rangkaian kegiatan adat yang berlangsung sejak 28 Agustus 2026.
Dengan adanya Balai Adat Isa Tunun Ganap Langgar, masyarakat Desa Tamparak diharapkan memiliki ruang bersama yang dapat digunakan untuk menjaga, melaksanakan dan meneruskan tradisi serta nilai-nilai budaya Dayak Maanyan kepada generasi berikutnya.Red//yull.





