Warta barito com. BUNTOK DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menyampaikan sebanyak 835 aspirasi masyarakat dalam Sidang Paripurna ke-10 Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar di Graha Paripurna DPRD setempat, Senin (30/3/2026). Agenda utama sidang tersebut adalah penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati terhadap pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Aspirasi tersebut merupakan hasil reses yang dilaksanakan oleh pimpinan dan anggota DPRD di enam kecamatan selama enam hari, yakni pada 7, 8, serta 11 hingga 14 Februari 2026. Juru bicara DPRD, Mastini, menjelaskan bahwa ratusan aspirasi itu mencerminkan kebutuhan riil masyarakat di berbagai sektor pembangunan.
“Ini adalah suara masyarakat yang kami himpun secara langsung di lapangan. Harapannya dapat menjadi bahan pertimbangan utama dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.
Secara umum, aspirasi masyarakat mencakup lima sektor utama. Pada bidang pendidikan, masyarakat menginginkan pembangunan dan rehabilitasi sekolah, penambahan tenaga pendidik, serta bantuan sarana penunjang seperti buku dan seragam.
Di sektor kesehatan, masyarakat mendorong peningkatan fasilitas layanan kesehatan, penambahan tenaga medis, serta pembangunan sarana seperti puskesmas, puskesdes, hingga rumah sakit.
Sementara itu, pada bidang infrastruktur, aspirasi difokuskan pada perbaikan jalan dan jembatan, penyediaan air bersih, peningkatan jaringan listrik dan telekomunikasi, serta pembangunan fasilitas umum seperti penerangan jalan.
Pada bidang keagamaan dan sosial, masyarakat mengusulkan pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah, peningkatan fasilitas kegiatan masyarakat, serta penyediaan sarana ibadah.
Adapun pada sektor perekonomian, masyarakat berharap adanya dukungan bagi petani, nelayan, dan peternak, pengembangan kawasan industri, serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Mastini menegaskan, dari berbagai aspirasi tersebut, terdapat sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Di antaranya peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan tenaga pendidik, pembangunan fasilitas kesehatan yang merata, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar hingga ke pelosok desa.
Selain itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan usaha juga dinilai penting guna meningkatkan kesejahteraan. Bantuan sosial dan hibah pun diharapkan dapat lebih optimal dan tepat sasaran.
Tak kalah penting, perlindungan lingkungan turut menjadi perhatian, termasuk penanganan abrasi dan longsor melalui pembangunan siring atau bronjong sungai, serta upaya pembersihan sungai dan danau. Pengembangan sektor pariwisata juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendongkrak perekonomian daerah.
DPRD Barsel menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur, baik pemerintah daerah, legislatif, maupun masyarakat, guna mempercepat realisasi berbagai program pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci agar seluruh aspirasi ini dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan,” tutupnya./rad kastumetadi





